Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

BAB II.

Djalan jang haroes ditoeroeti oléh amtenar-amtenar pemerintahan dalam negeri tentang pekerdjaan pindjaman ra'jat dan koperasi di tanah Djawa dan Madoera.

Soerat édaran No. 597:1 Maart 1906 kepada Kepala pemerintahan daérah.

32. Djalan jang L Maka njatalah kepada Toewan-Besar Goebernoerditoendjoekkan Djenderal jang perloe diterangkan kepada amtenar peoléh pemerin- merintahan dalam negeri, djalan jang haroes ditoeroet tah'oen^o'e 0'^n arntenar~arntenar hoe tentang pekerdjaan pindjaman tentang peker- peroesahaan tanah ')•

djaan pindjam- 2. Tentang hal itoe adalah antara amtenar-amtenar an ra'jat. pemerintah jang masih berhati sjak atau tidak tahoe betoel akan kebadjikannja roemah tempat memindjam jang baik bagi ra'jat Boemipoetera, seperti bank afdeeling atau loemboeng désa 2); ada djoega antara amtenar-amtenar itoe jang salah mengerti, jang menjangka bahwa penghirauannja dalam keperloean 'oemoem itoe semata-mata dari kebaikan merékaitoe sendiri, djadi tidak ta'loek kepada pendjagaan pembesar pekerdjaan itoe serta Pemerintah.

3. Dari sebab itoe maka Toewan-Besar berkenan soepaja padoeka Toewan soedi memberi tahoekan kepada amtenaramtenar pemerintahan dalam djadjahan Toewan, jang Pemerintah adalah memandang perloe sekali akan kemadjoeannja Pekerdjaan pindjaman peroesahaan tanah bagi bangsa Boemipoetera; dari sebab itoe hendaknja amtenaramtenar itoe mengoesahakan diri menoendjang pekerdjaan itoe dengan sesoenggoeh-soenggoehnja.

J) Sedjak tahoen 1912. Pekerdjaan pindjaman ra'jat. 2) Sedjak itoe ditambahkan poela bank désa.

Sluiten