Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

mempoenjaï harta-benda sendiri misalnja boewat loemboeng désa padi dan oewang, boewat bank désa oewang; hartabenda itoe hendaknja tjoekoep oentoek keperloean oepaja pekërdjaannja boewat bekal djaga-djaga oentoek pengganti penghapoesan dan oentoek memperbaiki roemah-roemah,menoetoep keroegian dan bagi persedijaan keperloean loewar bijasa jang disebabkan pertahoenan tidak mendjadi.

Menoeroet asas ini maka laba jang terlebih didjadikan kepoenjaannja sendiri.

Setelah njata bahwa loemboeng-loemboeng désa di beberapa djadjahan menoeroet tjara jang terseboet tjoekoep mendapat bekal dan dapat menoeroetkan boenganja sampai jang sedikit-sedikitnja dengan tidak berbahaja, maka Diréktoer jang terseboet' memberiHtahoekan dalam soerat-édaran tanggal 10 Januari 1916 No. 180/B. kepada Kepala-kepala pemerintahan daérah jang Pemerintah „terhadap kepada loemboeng-loemboeng désa, jang ada dalam keadaan jang baik seperti jang dimaksoed disini, tidak memandang melanggar soerat-édaran jang terseboet disini (soerat-édaran tanggal 30 Maart 1910), bilamana ada bekal terlebih daripada jang dioentoekkan bagi matjam-matjam maksoed, dimasoekkan ke kas désa jang bersangkoetan oentoek belandja 'oemoem; hal itoe hanjalah boewat loemboeng-loemboeng désa jang ada dalam keadaan jang baik, lagipoen bila désa menjoekaï hal itoe dan oewang-oewang itoe tidak perloe oentoek dipakai mengadakan bank-désa."

„Menoeroet sifatnja perkara itoe" begitoelah kerap kali disini dikatakan „sepatoetnja didjaga, soepaja boenganja djangan dinaikkan lagi atau memadjoekan pemberian pindjaman padi atau wang oentoek menegoehkan kas désa."

, Setelah bank-bank désa di beberapa tempat dapat menjimpan bekal djaga-djaga lebih daripada jang perloe, maka Pemerintah memandang waktoenja telah datang oentoek memberi kemerdékaan akan memakai oewang kelebihan itoe oentoek menjedijakan keperloean désa 'oemoem.

Hal itoe diberi-tahoekan oléh Diréktoer Pemerintahandalam-Negeri kepada Kepala pemerintahan daérah dalam soerat édaran tanggal 13 September 1918 No. 9561/B. Djoega dalam hal ini didjandjikan sebagai berikoet: „amtenar-amtenar pada satoe-satoe tempat patoetlah pada waktoe menghapoeskan oewang kelebihan di kas désa mendapat izin dahoeloe dari jang berkepentingan dengan setjoekoep-tjoekoepnja teristiméwa dari orang-orang jang soedah memindjam, sebab sesoenggoeh-soenggoehnja merékaitoelah jang mengoempoelkan oewang kelebihan itoe;

Sluiten