Geen zoekvraag opgegeven

Tekst
Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

moeka.

12. Hak si.pemegang tanggoengan djika ada penghapoesan hak dan pemberian oewang asoeransi (assurantie) . 23

13. Hak dan kewadjiban si poenja milik jang ketiga. 25

14. Batalnja tanggoengan oetang 27.

15. Kelakoean si pemberi tanggoengan oetang jang boléh dihoekoem. . . . , 27

B. Reglemén perkara mendjadikan d.s.b. tanggoengan oetang. Ordonansi tanggal 17 December 1909 No. 584.

16. Pasal 1. Bangoen akte; bija ségél jang diwadjibkan , 29

17. Pasal 2. Keterangan barang-barang 31

18. Pasal 3. Pihak-pihak, tjara bagaimana meréka diwakili dan amtenar jang memboewat akte . . 33

19. Pasal 4. Saksi-saksi 39

20. Pasal 5. Menanda-tangani akte 41

21. Pasal 6 dan 7. Memboewat peroebahan dan tambahan serta sjarat bangoennja 41

22. Pasal 8. Menerimakan grosse dan salinan-salinan serta register dan akte oentoek dibatja; pemberian salinan soerat keterangan 43

23. Pasal 9. Menjimpan akte 47

24. Pasal 10 dan 11. Memboekoekan dalam register 'oemoem 47

25. Pasal 12 dan .13. Menghapoeskan tanggoengan oetang 49

26. Pasal 14 dan 15. Atoeran djika jang menjimpan akte ta' ada, berangkat atau mati .53

Sluiten