Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

hendak menjoeroeh hamba bersoeami, tiada hamba maoe bersoeami dengan manoesia, karena roepakoe terlaloe amat bagoes!" Maka kata bapanja: „Dengan siapakah engkau maoe?" Maka kata anaknja: „Benban Radja Boelan, karena Boelan itoe ëlok, dan lagi ia terlebih koeasa dari pada segala machloek. Maka orang pertapa itoe, sebab ia sajang akan anaknja j^oe —} maka ia pergi kepada Boelan, katanja: „Hai Boelan! Bahwa ada anakkoe seorang perempoean, terlaloe ëlok roepanja, maka ia hendak bersoeamikan engkau, sebab tjahaja engkau menerangi segenap lalam, dan lagi engkau terbesar koeasa engkau." Maka sahoet Radja Boelan itoe: „Bahwa jang terlebih terang tjahajanja dari pada akoe, jaïtoe Radja Matahari, lagi poen terlebih besar koeasanja." Maka orang pertapa itoe poelanglah, memberi tahoe kepada anaknja itoe. Maka kata anaknja: „Ja bapa! pergilah mendapatkan Matahari itoe." Maka orang pertapa itoepoen pergilah kepada Matahari; seperti sembahnja kepada Radja Boelan djoega katanja. Maka kata Matahari: „Hai orang pertapa, jang terlebih koeasa dari pada akoe, jaïtoe Angin; pergilah engkau kepada Angin! Maka pikir orang pertapa: „Djikalau demikian, baiklah akoe pergi barang kemana djoega disoeroehnja." Maka orang pertapa itoe pergi kepada Angin; demikian djoega katanja. Maka sahoet Angin: „Pergilah engkau kepada Hoedjan, karena ia terlebih koeasa dari pada akoe!" Maka orang pertapa itoepoen pergilah mendapatkan Hoedjan ; demikian djoega katanja. Maka djawab Hoedjan: „Adalah jang terlebih koeasa dari pada akoe

Sluiten