Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Baroe tiba diroemah kadi, kata kadi: „Apa pengadoean engkau sekalian, katakanlah!"

Djawab orang jang bertoedjoeh itoe: „Kami kemari raengadoekan langau; boeboer kami dihabiskannja seperioek, sementara kami pergi membeli garam."

Maka tertawalah kadi itoe mendengarkan kata orang itoe. Maka kata orang itoe: „Mengapa maka toean kadi gejak? Hoekoemlah soepaja kami poelang."

Djawab kadi: „Hoekoemnja begini; dengarkan djelasdjelas! Barang dimana engkau bertemoe dengan langau, pertindjoekan sadjalah, soepaja ia habis mati!"

Malang akan toeipboeh bagi kadi itoe; hinggap langau keatas moeka kadi; maka dipertindjoekannjalah langau dimoeka kadi olëh orang bodoh itoe. Kata kadi: „Apa sebab maka hamba dipertindjoekan!"

Sahoet orang jang bodoh itoe: „Kami mempertindjoekan langau diatas moeka toean!"

Kaïena tiada tertahan olëh kadi tindjoe orang itoe, maka lari sadja ia; kepalanja habis beijgkak-bengkak. Orang bodoh itoe poelang keroemahnja; toean kadi kesakitan sadja.

26. Seorang alan-alan radja.

Pada zaman dahoeloe kala adalah seboeah negeri; maka akan radja negeri itoe, kegemarannja memeliharakan koeda jang ëlok-ëlok. Adalah seëkor koedanja koeda tëzi jang terlaloe amat dikasihinja; koeda itoe hëbat ïoepanja, lagi djinak dan patih; akan tjerdiknja tiadalah bertara pada masa itoe.

Sluiten