Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

Mendengar titah radja itoe, maka pergilah orang jang berlima itoe menghadap radja itoe, sembahnja: „Ja toeankoe! Insja Allah patiklah tjakap mendjempoet padoeka anakanda itoe!" Maka titah radja. „Baiklah! Djikalau soedah engkau mendjempoet anakkoe itoe, sebentar itoe djoega bolëh akoe persoeamikan." Maka sembah orang jang berlima itoe: „Ja toeankoe! Bagaimanakah djalannja toeankoe mengawinkan! Anak toeankoe hanja seorang, dan patik ini berlima.' Maka djawab radja itoe: „Adapoen djangan engkau soesahkan hal itoe; bolëh kita oendi. Siapa jang beroentoeng, ialah akan mendjadi soeami anakkoe!" Maka sembah merëka itoe: „Patik djoendjoenglah titah toeankoe.

Setelah itoe maka diambil si penioempit itoe soempitannja, laloe disoempitnja garoeda itoe; kenalah, laloe mati, djatoeh kebawah. Maka si pemandjat poen dengan lekasnja memandjat pohon kajoe itoe. Setelai diambilnja toean poeteri itoe, maka toeroenlah ia. Maka olëh karena gopohnja terlepaslah toean poeteri dari pada tangannja, djatoeh kedalam soengai jang amat dalam. Maka olëh si penenoeng itoepoen ditenoengnjalah tentang mana tempat toean poeteri itoe; maka ditoendjoekkannja kepada si penjelam. Maka seketika itoe djoega si penjelam terdjoen kedalam soengai itoe. Tiada berapa lama antaranja maka dibawanja toean poeteri kedarat. Maka toean poeteri itoepoen pingsan, lagi loeka-loeka dan patah-patah Maka pandai obat itoe memboeat obat. Serta lekat obat itoe, maka sedjoeroes itoe djoega toean poeteri

itoe semboehlah.

Sluiten