Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

baiang pekerdjaan jang sia-sia dan toeankoe mendengar djoega akan perkataan pemboedjoek. Toeankoe boekan seoiang jang bidjaksana, sebab toeankoe tiada memboeat soeatoe.apa sebeloem bertanjakan timbangan dan bitjara berpoeloeh orang jang pandai. Toeankoe boekan seorang jang pahlawan, sebab kalau malam hari toeankoe tiada berani berdjalan seorang diri mendjalani segala lorong negeri Bagdad, takoet- disamoen orang. Toeankoe boekan seorang jang berbahagia, sebab boekan akbar dan boekan bidjaksana dan boekan pahlawan."

Mendengar sembah penghoeloe itoe, maka tfipgkoerlah Soeltan Haroenoe'rrasjid, serta toendoeklah kepalanja. Tiada berapa lama selangnja maka bertitahlah Baginda : "Ja penghoeloe! Walau benar katamoe itoe, ada soeatoe peri jang kauloepaï, ja'ni koeasakoe besar sekali!"

Sembah penghoeloe Badoei itoe: „Koeasa toeankoe tiada seberapa djoega!"

Maka titah Baginda: „Sepatah katakoe sahadja bolëh mendatangkan matimoe!"

Maka djawab penghoeloe itoe: „Itoekah toeankoe seboetkan berkoeasa? Djikalau demikian senistjaja seorang penjamoen, jang memboenoeh seorang jang tiada bersendjata pada malam hari, dapat dikatakan berkoeasa djoega?"

Setelah Baginda mendengar sembah penghoeloe itoe, maka bertanjalah ia: „Apakah ma'na kata berbahagia?"

Maka djawab penghoeloe Badoei itoe: „Ja Sjah lalam' Adapoen dinegeri patik diseboet orang akbar barang siapa tiada beroendan dengan barang jang sia-sia dan

Sluiten