Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

di 'aib namakoe. Lebih baik koesoeroeh boenoeh dia, soepaja matakoe djangan kelihatan lagi akan si doerhaka itoe." Lagi poela pikiran radja itoe: „Djikalau diboenoeh akan dia dihadapankoe, tiadalah sampai hatikoe melihatkan hal matinja itoe; lebih baik koekiiim sepoetjoek soerat kepada pertanda itoe, menjoeroeh dia memboenoeh Noeroe'lkamar."

Setelah soedah radja itoe berpikir, maka radja itoepoen mengarang soerat, demikian boenjinja: „Bahwa soerat ini dari pada akoe akan memberi perintah ini kepadamoe: Setelah soedah kaubatja soerat ini, persggfira penggal olêhmoe lehër orang jang mengantarkan soerat ini; kemoedian kaubawa kepalanja kepadakoe djoea adanja." Maka dimeterainja soerat itoe, laloe disoeroehnja panggil akan Noeroe'lkamar itoe! Serta datang menteri itoe, maka bertitahlah radja itoe. „Hai Noeroe'lkamar! Bawa olëhmoe soerat ini kepada pertanda itoe; lekas-lekas engkau berdjalan, dan dengan segera djoega engkau kembali kemari!" Maka Noeroe'lkamar poen menjamboet soerat itoe dari pada Baginda, langsoeng berdjalan dengan senang hatinja mendapatkan pertanda itoe. Maka menterimenteri jang lain itoepoen soeka hatinja, apa lagi menteri besar jang sangat dengki akan Noeroe'lkamar itoe. Maka radja itoe segera memberi titah bawa isterinja jang termoeda itoe kepada tempat jang lain; maka isterinja itoepoen tahoelah dirinja kena fitnah.

Adapoen menteri Noeroe'lkamar berdjalan djoega membawa soerat kepada pertanda itoe. Maka apabila ia sampai kepada pertengahan djalan, adalah seorang

Sluiten