Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

segera dipanggilnja sekalian hambanja serta diambilnja sebilah pedangnja. Setelah soedah maka berkata pertanda itoe: „Pegang olëhmoe akan orang ini!" Mendengar perintahnja itoe maka datanglah segala hambanja berlarian, menangkap menteri itoe: ada jang memegang kakinja, ada jang memegang tangannja dan ada jang memegang kepalanja. Setelah menteri itoe melihat orang memegang kaki tangannja itoe, maka katanja: „Mengapa kamoe pegang kaki tangankoe; hendak kamoe bagaimanakan akoe ini?" Maka pertanda itoe poen segera mengerat lêhër menteri itoe, laloe poetoes.

Adapoen menteri Noeroe'lkamar, apabila ia soedah habis makan akan menjampaikan hadjat orang itoe, maka iapoen laloe berdjalan mengikoet djalan ketempat peitanda itoe. Serta sampai, maka dilihatnja menteri jang mengambil soerat dari pada tangannja itoe soedah mati, badannja terhantar ditanah dan kepalanja lagi dipegang olëh seorang hamba pertanda itoe. Maka heranlah Noeroe'lkamar akan kekajaan Allah serta ia bertanja: „Apakah sebabnja nfflf iamoe kerat lêhër menteri ini?" Djawab pertanda itoe: „Hamba berolëh titah dari pada radja," — laloe ditjeriterakan olëh pertanda itoe hal menteri itoe membawa soerat dari pada radja kepadanja dan hal boenji soerat itoe. Setelah didengar Noeroe'lkamar tjeritera pertanda itoe, maka iapoen tahoelah dirinja kena fitnah. Maka berpikirlah ia didalam hatinja: „Sebab kebenarankoe maka Toehan sarwa sekalian 'alam menggantikan orang jang lain itoe." Setelah itoe maka kembalilah ia hen-

8

Sluiten