Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

katanja: „Djikalau ada djoega tjintjinkoe jang koedapat dari pada radja djin itoe, tiadalah sepeiti ini përoentoengankoe dan kesakitankoe. Sekarang soedahlah diambil olëh si Toerani, dibawanja kepada poelau Sirandjang Petënggangan itoe; disanalah ia mendjadi radja. Djikalau hari baik, tampaklah meganja poelau itoe dari pada tempat ini." Setelah soedah berkata demikian itoe, maka iapoen menangis,laloe memandang kepada andjing dan koetjing dan tikoes; melihat binatang itoe soedahlah makan, maka iapoen beidiri, laloe berdjalan poelang keroemahnja.

Maka pada malam itoe djoea berkatalah andjing itoe: „Hai saudara koetjing dan tikoes! Adakah saudara mendengar seperti jang dikatakan toean kita pada siang hari tadi, tatkala kita makan ditepi laoet itoe?" Maka djawab koetjing: „Hai saudarakoe! A<!alah akoe mendengar kata toean kita itoe. Sekarang apa bitjara saudarakoe; maoekah saudarakoe kita mati, djangan lagi sajang kepada doenia ini? Dengan apalah kita balas goena toean kita itoe kepada kita? Hanja njawa kita itoelah akan pembalasnj_a. Maka kata koetjing: „Hai saudarakoe! Ketahoeilah olehmoe: adapoen tjintjin itoe tiadalah disini, melainkan adalah pada si Toerani; pada mega jang kelihatan itoelah tempatnja. Sekarang apa bitjara saudarakoe? Pada sangka hamba baiklah kita tjoba-tjoba berenang; djikalau ada moedah-moedahan ditolong Allah ta'ala, sampailah kita kepada poelau itoe; djikalau tiada, kembali kita. Akan tetapi hendaknja djanganlah diketahoeinja olêh toean kita. Djikalau dianja tahoe,

Sluiten