Onderstaande tekst is niet 100% betrouwbaar

lamat Nachoda berlajar kelak; pada moesitn jang lain datanglah Nachoda kenegeri kita, karena kita segera djoega hendak kembali; telah lamalah kita diam disini!" Maka Nachoda itoepoen berdjalan toeroen keapalnja, laloe berlajar kenegerinja. Adapoen koeda Baginda dan tjintjin Baginda itoepoen dikembalikannja.

Hatta berapa lamanja ia berlajar, maka sampailah kenegerinja, laloe ia poelang keistana. Setelah berapa lamanja maka koeda itoepoen beranak djantan seroepa dengan bapaknja, dan Sitti Sarah poen beranak seorang aki-laki seroepa sekali dengan Baginda itoe. Maka dipeliharakan oleh anak menteri kedoea itoe dengan sepei tinja betapa 'adat anak radja-radja jang besar.

Adapoen adalah setahoen 'oemoer kanak-kanak itoe maka Baginda poen datang, laloe ia masoek kedalam negen, langsoeng keistana. Maka segala menteri dan kadi itoepoen masoek membawa anakanda itoe dan mengoendjoengi Padoeka Seri Soeltan itoe. Titah Bagin^,»?ai menteri-' Kanak-kanak ini, siapa empoenja anak, Sembah menteri dan segala bedoeanda: Adapoen tatkala toeankoe berlajar kepoelau Langkawi toeankoe bertitah: apabila toeankoe kembali kenegeri im, biar ada seorang anak laki-laki; inilah kanak-kanak itoe. Lagi poela hal koeda itoepoen telah beranak dan pen tjintjin keradjaan poen, semoeanja dipersembahkan oleh menteri. Maka Baginda poen hëran; titahnja: „Kanak-kanak mi, siapa iboenja?" Sembah menteri: „radoeka adinda boendanja anakanda ini." Maka Radia poen terlaloe moerka serta memegang hoeloe pedangnja itoe, katanja: „Siapa bapaknja?" Sembah menteri:

Sluiten